Valentino Rossi menjadi pebalap MotoGP terpopuler di media sosial. Jumlah followernya di Facebook, Twitter, dan Instagram unggul jauh atas...
White SEO BT
Simple SEO Friendly Blogger Template
468x60
Showing posts with label Media Sosial. Show all posts
Showing posts with label Media Sosial. Show all posts
Wednesday, March 8, 2017
Valentino Rossi menjadi pebalap MotoGP terpopuler di media sosial. Jumlah followernya di Facebook, Twitter, dan Instagram unggul jauh atas Marc Marquez dan Jorge Lorenzo yang menempati posisi dua dan tiga.
Dilansir Crash, Rossi memiliki total 21,85 juta pengikut. Followers terbanyak Rossi dari Facebook, sebanyak 13,19 juta.
CB Blogger
Wednesday, March 08, 2017
White SEO BT
Indonesia
Dilansir Crash, Rossi memiliki total 21,85 juta pengikut. Followers terbanyak Rossi dari Facebook, sebanyak 13,19 juta.
Angka tersebut hampir dua kali lipat dari fans juara dunia bertahan MotoGP, Marc Marquez, di semua lini media sosial, sebesar 7,83 juta.
Posisi 3 ada Jorge Lorenzo dengan fans di media sosial sebanyak 6,81 juta.*
Survei BMI Research mengungkapkan, bahwa 80% konsumen di Indonesia sangat terpengaruh media sosial dalam menentukan produk apa yang akan mereka beli.
Hasil riset tersebut terungkap dalam bahasan Preferensi Penggunaan Media Sosial Indonesia. Survei ini dilakukan terhadap 1.000 responden di 8 kota besar Indonesia, antara lain Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Medan, Malang, Makassar, dan Palembang.
Advisor BMI Research Inu Mahfud menjelaskan, dari seluruh aplikasi media sosial, Facebook menduduki peringkat teratas dalam mempengaruhi konsumen untuk membeli produk yaitu mencapai 44%, disusul Instagram 29%, dan Whatapps 8%.
“Ketiganya adalah kelompok usaha Facebook sehingga sebenarnya perilaku konsumen kita sekarang dikuasai oleh aplikasi media sosial ini,” kata dia, dalam risetnya, Sabtu (4/3/2017).
Sementara Digital Director Manifesto Digital Consultant Matthew Rompas menambahkan, masyarakat Indonesia saat ini memang sangat konsumtif menggunakan media sosial. Hal ini ditunjukkan dengan jumlah pengguna aktif Facebook di Tanah Air yang kini telah mencapai 107 juta orang.
“Saat penetrasi internet naik signifikan dan media sosial marak, maka peluang promosi produk dan jasa untuk masuk sangat besar. Konsumen kita yang mayoritas pengguna media sosial pasti akan terpengaruh,” kata dia.
Meski demikian, untuk mendapatkan perhatian di media sosial tidaklah mudah karena menurut data riset ini, 60% orang Indonesia cenderung tidak mau berbagi informasi produk di media sosial.
“Agar pemirsa mau berbagi informasi, maka kemasan konten yang memorable menjadi krusial, karena hal ini yang akan menggerakkan mereka melakukan pembelian,” tandas Matthew. (Okezone).*
CB Blogger
Wednesday, March 08, 2017
White SEO BT
Indonesia
Hasil riset tersebut terungkap dalam bahasan Preferensi Penggunaan Media Sosial Indonesia. Survei ini dilakukan terhadap 1.000 responden di 8 kota besar Indonesia, antara lain Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Medan, Malang, Makassar, dan Palembang.
Advisor BMI Research Inu Mahfud menjelaskan, dari seluruh aplikasi media sosial, Facebook menduduki peringkat teratas dalam mempengaruhi konsumen untuk membeli produk yaitu mencapai 44%, disusul Instagram 29%, dan Whatapps 8%.
“Ketiganya adalah kelompok usaha Facebook sehingga sebenarnya perilaku konsumen kita sekarang dikuasai oleh aplikasi media sosial ini,” kata dia, dalam risetnya, Sabtu (4/3/2017).
Sementara Digital Director Manifesto Digital Consultant Matthew Rompas menambahkan, masyarakat Indonesia saat ini memang sangat konsumtif menggunakan media sosial. Hal ini ditunjukkan dengan jumlah pengguna aktif Facebook di Tanah Air yang kini telah mencapai 107 juta orang.
“Saat penetrasi internet naik signifikan dan media sosial marak, maka peluang promosi produk dan jasa untuk masuk sangat besar. Konsumen kita yang mayoritas pengguna media sosial pasti akan terpengaruh,” kata dia.
Meski demikian, untuk mendapatkan perhatian di media sosial tidaklah mudah karena menurut data riset ini, 60% orang Indonesia cenderung tidak mau berbagi informasi produk di media sosial.
“Agar pemirsa mau berbagi informasi, maka kemasan konten yang memorable menjadi krusial, karena hal ini yang akan menggerakkan mereka melakukan pembelian,” tandas Matthew. (Okezone).*
Sosmed yang Pengaruhi Keputusan Membeli, Facebook Nomor 1
Survei BMI Research mengungkapkan, bahwa 80% konsumen di Indonesia sangat terpengaruh media sosial dalam menentukan produk apa yang akan m...
Bagaimana berita menjadi viral? Btw, apa ituVIRAL? Viral adalah singkatan dari bahasa Inggris, Virus Virtual.
Virus adalah penyakit. Virtual adalah artinya tidak nyata.
Dalam kamus Bahasa Inggris disebutkan: viral
ks. disebebkan kuman virus. v. pneumonia radang paru disebabkan kuman virus.
Virus Virtual atau Viral adalah penyebaran informasi atau komunikasi melalui dunia maya (media internet), khususnya di media sosial.
CB Blogger
Wednesday, March 08, 2017
White SEO BT
Indonesia
Virus adalah penyakit. Virtual adalah artinya tidak nyata.
Dalam kamus Bahasa Inggris disebutkan: viral
ks. disebebkan kuman virus. v. pneumonia radang paru disebabkan kuman virus.
Virus Virtual atau Viral adalah penyebaran informasi atau komunikasi melalui dunia maya (media internet), khususnya di media sosial.
Tidak ada formula yang terjamin untuk memproduksi viralitas. Hampir setiap minggu kita akan melihat konten viral di media sosial.
Tidak ada resep rahasia untuk membuat konten viral, minat audiens yang selalu berubah-ubah membuat rumus sederhana semacam ini layaknya mustahil, tetapi ada banyak cara untuk meningkatkan peluang Anda untuk berhasil.
Pertama, pastikan Anda mendistribusikan konten Anda di semua platform tersedia. Pengguna ponsel mewakili mayoritas audiens di Indonesia dan Anda lebih mungkin untuk menjangkau mereka jika mereka dapat menemukan konten Anda pada aplikasi di mana mereka menghabiskan sebagian besar waktu mereka.
Kedua, fokus pada konten Humor, dan pastikan untuk menulis berbagai artikel dalam genre ini. Aturan 80/20 dominan dalam pembuatan konten, dan jika Anda menulis serangkaian atau dengan cakupan yang lebih luas, maka akan lebih memungkinkan bagi Anda untuk sampai pada topik yang akan diminati pembaca.
Terakhir, fokus pada pemaksimalan kepadatan konten ketika berpikir tentang format konten. Memberikan informasi sebanyak mungkin untuk dikonsumsi dalam waktu sesingkat mungkin adalah cara jitu untuk mengambil hati milenial di Tanah Air. (Brilio)
Pertama, pastikan Anda mendistribusikan konten Anda di semua platform tersedia. Pengguna ponsel mewakili mayoritas audiens di Indonesia dan Anda lebih mungkin untuk menjangkau mereka jika mereka dapat menemukan konten Anda pada aplikasi di mana mereka menghabiskan sebagian besar waktu mereka.
Kedua, fokus pada konten Humor, dan pastikan untuk menulis berbagai artikel dalam genre ini. Aturan 80/20 dominan dalam pembuatan konten, dan jika Anda menulis serangkaian atau dengan cakupan yang lebih luas, maka akan lebih memungkinkan bagi Anda untuk sampai pada topik yang akan diminati pembaca.
Terakhir, fokus pada pemaksimalan kepadatan konten ketika berpikir tentang format konten. Memberikan informasi sebanyak mungkin untuk dikonsumsi dalam waktu sesingkat mungkin adalah cara jitu untuk mengambil hati milenial di Tanah Air. (Brilio)
Pengertian Viral dan Cara Menjadi Viral di Media Sosial
Bagaimana berita menjadi viral? Btw, apa ituVIRAL? Viral adalah singkatan dari bahasa Inggris, Virus Virtual . Virus adalah penyakit. Vi...
Studi baru menemukan media sosial justru membuat Anda merasa semakin kesepian. Studi itu menemukan, jika Anda menghabiskan lebih dari dua jam setiap hari untuk media sosial, peluang merasa terisolasi akan dua kali lebih besar.
Penelitian itu dilakukan pada 2014 oleh University of Pittsburgh terhadap 1.787 orang dewasa berusia antara 19 dan 32 tentang penggunaan 11 situs media sosial paling populer, yakni Facebook, YouTube, Twitter, Google Plus, Instagram, Snapchat, Reddit, Tumblr, Pinterest, Vine, dan LinkedIn.
CB Blogger
Wednesday, March 08, 2017
White SEO BT
Indonesia
Penelitian itu dilakukan pada 2014 oleh University of Pittsburgh terhadap 1.787 orang dewasa berusia antara 19 dan 32 tentang penggunaan 11 situs media sosial paling populer, yakni Facebook, YouTube, Twitter, Google Plus, Instagram, Snapchat, Reddit, Tumblr, Pinterest, Vine, dan LinkedIn.
Mereka menemukan orang yang mengunjungi jejaring sosial lebih dari 58 kali seminggu cenderung tiga kali lebih merasa kesepian ketimbang yang menggunakan situs tersebut kurang dari sembilan kali.
Sudah lama ada anggapan bahwa media sosial memberikan kontribusi terhadap kenaikan FOMO (fear of missing out), tapi studi ini menunjukkan masalah sebenarnya mungkin lebih serius.
Namun tidak jelas apakah media sosial menyebabkan kesepian atau orang yang sudah kesepian lebih sering menghabiskan waktu untuk media sosial.
"Kami belum tahu mana yang datang duluan, penggunaan media sosial atau perasaan isolasi sosial," kata Elizabeth Miller, profesor pediatri di University of Pittsburgh.
"Ada kemungkinan bahwa orang dewasa muda yang awalnya merasa terisolasi secara sosial beralih ke media sosial. Atau bisa juga bahwa peningkatan penggunaan media sosial entah bagaimana menyebabkan perasaan terisolasi dari dunia nyata."
Studi ini menunjukkan, semakin lama seseorang menghabiskan waktu di media sosial, semakin sedikit waktu yang mereka miliki untuk interaksi sosial dalam kehidupan nyata. (ANTARA).*
Sudah lama ada anggapan bahwa media sosial memberikan kontribusi terhadap kenaikan FOMO (fear of missing out), tapi studi ini menunjukkan masalah sebenarnya mungkin lebih serius.
Namun tidak jelas apakah media sosial menyebabkan kesepian atau orang yang sudah kesepian lebih sering menghabiskan waktu untuk media sosial.
"Kami belum tahu mana yang datang duluan, penggunaan media sosial atau perasaan isolasi sosial," kata Elizabeth Miller, profesor pediatri di University of Pittsburgh.
"Ada kemungkinan bahwa orang dewasa muda yang awalnya merasa terisolasi secara sosial beralih ke media sosial. Atau bisa juga bahwa peningkatan penggunaan media sosial entah bagaimana menyebabkan perasaan terisolasi dari dunia nyata."
Studi ini menunjukkan, semakin lama seseorang menghabiskan waktu di media sosial, semakin sedikit waktu yang mereka miliki untuk interaksi sosial dalam kehidupan nyata. (ANTARA).*
Studi Buktikan Pengguna Media Sosial Cenderung Kesepian
Studi baru menemukan media sosial justru membuat Anda merasa semakin kesepian. Studi itu menemukan, jika Anda menghabiskan lebih dari dua ...
Social Media Influencer Profesi yang Menjanjikan
CB Blogger
Wednesday, March 08, 2017
White SEO BT
Indonesia
APA itu Social Media Influencer? Secara harfiyah, Social Media Influencer adalah pemberi pengaruh di media sosial.
Social media influencer kini menjadi salah satu profesi yang diidamkan dan menjanjikan bagi para penyuka meedia sosial.
Profesi sebagai social media influencer juga punya pengaruh besar dalam memengaruhi para pengikutnya dan pastinya dapat memperoleh penghasilan tinggi.
Profesi sebagai social media influencer juga punya pengaruh besar dalam memengaruhi para pengikutnya dan pastinya dapat memperoleh penghasilan tinggi.
Social Media seperti Instagram dan YouTube kini menjadi media yang menarik untuk orang-orang dengan talenta dan selera visual yang baik.
Foto OOTD dengan me-mix and match oufit dengan sederet hashtag, nge-vlog berbagai konten menarik menjadi hobi sekaligus mata pencaharian yang menjanjikanbagi para pelaku Social Media Influencer. Bagaimana bisa profesi tersebut bisa sangat menjanjikan ya?
Foto OOTD dengan me-mix and match oufit dengan sederet hashtag, nge-vlog berbagai konten menarik menjadi hobi sekaligus mata pencaharian yang menjanjikanbagi para pelaku Social Media Influencer. Bagaimana bisa profesi tersebut bisa sangat menjanjikan ya?
Bagaimana nggak menjanjikan, Karena ada banyak brand ternama yang lebih melirik dan memakai jasa social media influencer yang memiliki pengikut hingga ratusan ribu untuk memasarkan produk mereka.
Jadi, jangan pandang profesi ini sebelah mata girls. Siapa tahu penghasilan mereka jauh lebih besar dibandingkan penghasilanmu bekerja jadi pegawai pengantor selama bertahun-tahun hehehe.. Kalau kamu punya bakat, jangan ragu untuk mencoba profesi yang satu ini ya. (Cosmo Girl)
Jadi, jangan pandang profesi ini sebelah mata girls. Siapa tahu penghasilan mereka jauh lebih besar dibandingkan penghasilanmu bekerja jadi pegawai pengantor selama bertahun-tahun hehehe.. Kalau kamu punya bakat, jangan ragu untuk mencoba profesi yang satu ini ya. (Cosmo Girl)
Social Media Influencer Profesi yang Menjanjikan
Social Media Influencer Profesi yang Menjanjikan APA itu Social Media Influencer? Secara harfiyah, Social Media Influencer adalah pemb...
Subscribe to:
Posts (Atom)


